Usai Ketua DPRD Kota Serang Sidak Pembongkaran Rumah di Banten Lama, Warga Angkat Bicara

ayuamalia, 08 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Kota Serang - Menyikapi pemberitaan di media online kemarin (Selasa, 07/01/2020) seusai Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait adanya aduan satu warga terdampak revitalisasi Banten kepada Ketua DPRD Kota Serang, warga terdampak revitalisasi lainnya menampik hal tersebut, Rabu (08/01/2020)

Ketua DPRD Kota Budi Rustandi kemarin mengatakan bahwa dirinya mendapatkan laporan dari warga terdampak revitalisasi di kawasan Banten Lama yang merupakan dapilnya, bahwa ada pemaksaan tanda tangan dan biaya ganti rugi yang tidak sesuai.

Ketika awak media mencari informasi di lapangan, warga lainnya menampik hal tersebut. Menurut Yusuf salah satu warga terdampak revitalisasi yang juga sebagai ketua Rt. 002/010 Kp. Kebalen, Kel. Banten, Kec. Kasemen, dirinya dan warga lainnya tidak pernah merasa dipaksa untuk tandatangan.

"Saya dan warga lainnya tidak pernah merasa dipaksa untuk tandatangan surat pernyataan", ucap Yusuf.

Senada dengan Yusuf, Carmen warga terdampak revitalisasi Banten lama ini juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa dipaksa untuk tandatangan surat pernyataan. Carman mengatakan pembongkaran rumah itu merupakan hasil kesepakatan bersama. Bahkan, sebelum dilakukan pembongkaran itu, sebelumnya telah dilakukan tahap mediasi di Kantor Kelurahan Banten.

"Semua telah menyetujui, karena kami (warga terdampak pembongkaran) menyadari bahwa tanah tersebut merupakan milik negara, bukan milik kami. Kami hanya numpang di tanah tersebut", katanya.

Kata dia, jumlah warga yang rumahnya harus dibongkar itu berjumlah 54 kepala keluarga (KK) dari dua RT. Namun dari total itu, hanya ada satu KK yang belum dibongkar. Hal itu dikarenakan yang bersangkutan mengaku telah memiliki dokumen kepemilikan rumah dan tanahnya.

"Kalau misalkan yang satu itu punya surat kepemilikan, tentunya kami juga punya. Selama saya tinggal disini sudah sebelas taun. Tapi apa daya, kalau pemerintah akan menggunakan tanah ini. Ya kami harus membongkarnya," katanya.

"Setelah hasil mediasi, dan disepakati. Pembongkaran itu ditargetkan selesai diakhir tahun, kemudian karena telah dikosongkan dan belum dibongkar semua. Warga meminta pihak kebersihan dan keamanan untuk membantu membongkar bangunan rumah tersebut," kataya di lokasi.

Carman juga menjelaskan jika dirinya dan warga lainnya meminta bantuan kepada petugas yang bekerja di kawasan Banten Lama untuk membantu membongkar rumah mereka.

"Emang kita yang minta bantuan ke mereka (petugas-red) untuk bongkar rumah kami. Saya sendiri yang nyuruh mereka buat robohin rumah, karena emang udah ngga ada barang-barang", tutup Carman. (Amel)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu